Serunya Bimtek Kuliner Wonogiri

Peserta Bimtek Wonogiri berfoto bersama di Pasar Eromoko, Wonogiri

Wonogiri (5/10), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Lingkar Air telah mengadakan Bimbingan Teknis Pendataan Kuliner Nusantara. Acara ini berjudul “Dari Dapur Rakyat ke Industri Kreatif Kuliner”. Acara Bimtek yang diadakan di Desa Eromoko, Kabupaten Wonogiri berlangsung lancar dan semarak.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 30 Peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Malang hingga Surabaya yang telah melalui seleksi secara ketat.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen seperti mahasiswa, dosen, praktisi kuliner serta masyarakat setempat. Selain bertujuan untuk mengangkat kuliner daerah, Bimtek Kuliner Nusantara ini bermaksud untuk mendokumentasikan variasi kuliner lokal dalam bentuk ensiklopedia kuliner.

Para peserta melakukan pendataan dari jenis-jenis kuliner lokal mulai dari makanan pokok, jajanan, lauk-pauk, minuman, jamu, hingga sambal-sambalan. Koordinator Kegiatan, Alie Humaedi mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan bimtek ini dimulai dengan pembekalan materi tentang peta kuliner nusantara. Unsur nilai tradisional sangat melekat pada Bimtek ini dengan adanya hiburan campursari sebagai salah satu rangkaian pembukaan.

Peserta melakukan pendataan kuliner secara partisipatif dengan tidak hanya mencicipi makanan khas daerah Eromoko tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan di rumah induk semang masing-masing. Pelibatan warga lokal sebagai induk semang bagi para peserta menjadi salah satu keunggulan kegiatan ini.

Pada waktu di rumah induk semang itulah mereka dapat menggali lebih jauh mengenai sejarah, makna ataupun nilai sebuah makanan. Kegiatan partisipatif dilanjutkan dengan ekspedisi di pasar tradisional Eromoko. Peserta yang berjumlah 30 orang ini menyebar di pasar-pasar untuk melihat dan mewawancarai para pedagang tentang makanan yang mereka jual. Acara ditutup dengan evaluasi bersama tentang segala kegiatan bimtek dari awal hingga akhir dan berpamitan dengan para orang tua induk semang yang diinapi.

Annisa (20), Peserta asal Yogyakarta mengungkapkan kesan positifnya kepada Panitia. “Saya mendapatkan pengalaman baru dan menarik, dapat melihat kebudayaan dari cara pandang yang berbeda”. Kegiatan ini menjadi bukti akan kekayaan kuliner Indonesia dengan panganan unik yang ditemukan seperti sambal walang sangit. Walang sangit yang dikenal sebagai hama ternyata dapat menjadi pangan yang sedap dan bergizi untuk dikonsumsi. Keunikan makanan ini menjadi salah satu topik yang ramai saat pelatihan Bimtek.

Setelah Wonogiri, LIPI akan kembali melaksanakan kegiatan Bimtek Kuliner Nusantara ini di empat kota lainnya yaitu Pontianak, Palembang, Makasar, dan Lombok sepanjang akhir 2018 ini. “Masih banyak kuliner Indonesia yang belum terungkap” tambah Alie. (Jl/ed:gst)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *